Perwira Adventure Ke-5

Pramuka SMK N 1 Purbalingga berjaya di ajang Perwira Adventure ke lima pada perayaan Hari Boden Powel

Kegiatan Pramuka Jum'at Rutin 2014/2015

Pramuka SMK N 1 Purbalingga mengadakan Jum'at rutin yang berda dari sebelumnya

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014 di Lapangan Desa Palumbungan

AD dan ART Gerakan Pramuka Terbaru

AD dan ART Gerakan Pramuka terbaru berdasarkan MUNAS 2013

Pakaian Seragam Pramuka Terbaru

Pakaian Seragam Pramuka terbaru 2014 berdasarkan SK 174 Tahun 2012

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014 di Lapangan Desa Toyareja

LDK 2011 : scout today, leader tomorrow

SALAM PRAMUKA!!!
Hai SANKAR, di bulan ketiga di tahun 2011 ini Sangker kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan yang diketuai oleh ka Khafid berhasil menuntaskan kewajibannya. Dimulai dari persiapan yang sangat mengesankan(haha) sampai finishing yang cukup menguras tenaga. Kegiatan ini ditujukan untuk para Bantara kelas X supaya mereka bisa melatih jiwa kepemimpinan dalam diri mereka. Dengan mengusung tema “scout today, leader tomorrow”, tentunya kegiatan ini didesain semaksimal mungkin sesuai tema tersebut. Seksi GIATnya pun dipegang oleh Ka Jariyah, ka Inayah dan ka Novi yang punya bakat di bidang menyusun kegiatan. O ya, selain itu, Pramuka SMK N 1 Pbg ini pun dipercaya kembali untuk menyelenggarakan kegiatan menginap di sekolah. Dengan begitu, kegiatan semakin maksimal kan??....Sudah ga sabar untuk menyimaknya???? ARE YOU READY????????????????????

Ok. Jam 3 kegiatan dimulai., Tepatnya Seharusnya dimulai dengan upacara pembukaan. Tapi ga.. karena hujan, jadi agak tersendat. Tapi Alhamdulillah, Allah SWT masih memberi nikmat yaitu cuaca terang sekitar lima menit dari jadwal yang diperkirakan. Kami pun melakukan upacara pembukaan di lapangan baru dekat sekolah karena kebetulan Lapangan basket sedang penuh dengan berbagai kegiatan. Mendungnya cuaca tidak semendung hati para Pramuka kita. Moving perlengkapan Upacara dari Sanggar ke lapangan secara gotong royong dan semangat, sehingga Upacara Pembukaan pun bisa dilakukan setelah kedatangan ka Khafid sebagai ketua yang sibuk abiss, hehe. Di-protokoli oleh ka Windy, Upacara pembukaan yang prestigious (bernilai-tinggi) dilaksanakan dengan hikmat. Barisan 4 saf dan diawasi oleh 4 kakak Bantara kelas X + Pembina yaitu ka Yamto siap untuk membuka kegiatan.
 
Akhirnya, Ka Pemangku Adat Putra dan Putri melakukan laku Adat Ambalan yang sekaligus membuka Kegiatan LDK itu. Setelah dibuka, dilanjutkan dengan Amanat dari ka Yamto, di tengah-tengah Amanat, beliau mengatakan tentang tema yaitu scout today, leader tomorrow dan menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari tema tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh ka Eka. Dengan hikmat para peserta upacara mendengarkan dan menghayatinya sekaligus berharap agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan selalu mendapat ridho-Nya.

5 menit setelah Upacara selesai, lapangan tersebut dipenuhi bak lautan biru karena Para peserta mengenakan kaos Olahraga sekolah. Untuk apa???... Yaaa, sehabis Upacara memang para peserta mendapatkan pelatihan baris-berbaris dari kakak-kakak TNI YONIF CHANDRA KUSUMA. Dibagi menjadi 2 pleton, para peserta maksudnya kakak kelas X tetap semangat demi melatih jiwa kepemimpinannya. Banyak pengalaman dan ilmu-ilmu yang bermanfaat yang didapatkan yang Alhamdulillahnya masih diberi cuaca mendung tapi tidak hujan. Semangat, semangat, semangat...itulah yang terlihat dari kakak kelas X tapi Sangga kerjanya juga ga kalah semangat dalam mempersiapkan kegiatan selanjutnya.
 
Adzan maghrib berkumandang, usailah PBB bareng TNI itu. Apa selanjutnya???, Sholat donk... Yaaa, setelah itu mereka semua menunaikan ibadah sholat maghrib berjama’ah di Musholla baru SMK. Sesudahnya, giliran makan malam. Ada yang unik lho. Kakak-kakak kita ini saling suap-menyuap. Eitss, bukan suap menyuap uang haram lho...tapi suap menyuap makanan. Supaya lebih dekat kekerabatannya dan sekaligus melatih jiwa kepemimpinan lewat kerjasama di balik kegiatan itu. Selain itu, kakak-kakak ini juga duduk memanjang di koridor sekolah, seperti keluarga besar. Hmm, tapi di Ambalan ini kekeluargaan sudah sangat erat. Kembali lagi ke kegiatan, Makan malam itu diawasi oleh ka Yesi dkk, supaya tidak molor dan suasana menjadi kondusif.

 Sehabis sholat ‘Isya, mereka langsung berkumpul di ruangan utama untuk mengikuti pengisian materi dari pihak luar yaitu dari akh Chandra. Beliau mengisi materi tentang Kepemimpinan. Sebelumnya, ka Yamto mengisi kekosongan waktu dan memberi amanat-amanat yang tidak tersampaikan pada waktu Upacara Pembukaan. .......Akh Chandra pun datang dengan disambut tepuk selamat datang dari kakak-kakak kelas X. Dengan hikmat, peserta mengikuti acara dan menerima setiap ilmu yang diberikan. Ilmu yang bermanfaat itu bisa menjadi dasar dalam perjalanan untuk menjadi seorang pemimpin. Di luar ruangan tersebut tampak hadir para Alumnus diantaranya Ka Herlambang, Ka Pris, dkk, dan juga kakak2 kelas XII yang sebentar lagi menempuh ujian nasional.

Next, saatnya nonton film, judulnya 127 jam. Yaitu suatu kisah seorang pengembara sejati yang berusaha mati-matian untuk terus berjuang meskipun sampai rela kehilangan tangan kanannya. Seru, karena Peserta + para Alumnus menonton secara bersama-sama. Tujuannya yaitu untuk mengingatkan kepada para peserta untuk Jangan Menyerah dalam melakukan sesuatu hal. Salah satunya adalah menjadi pemimpin. Hmmm, setelah filmnya usai, kakak kelas X ini istirahat.

Oaiyo, oaiyo,.... itulah penggalan lirik lagu api unggun. Apa maksudnya???... Ini dia, moment yang paling ditunggu-tunggu, yaitu penyalaan api Dasadharma alias Api Unggun. Sempat diguyur hujan yang istiqomah sampai-sampai semalam penuh diguyur air hujan. Tetapi sekali lagi Alhamdulillah dikaruniai cuaca cukup terang pada jam 1 malam. Tentunya para peserta dibangunkan dan bersiap untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ngantuk, lelah, letih tak bisa menghalangi semangat untuk mengikuti acara api unggun. Diawali dengan renungan malam yang merupakan bahan introspeksi bagi seorang pramuka, penerapan nilai-nilai luhur seorang pemimpin sejati dan pemicu perubahan kepribadian menuju perwatakan yang dewasa, acara pemnyalaan api dasa dharma dimulai. Peserta membentuk lingkaran besar, Pasukan 10 bersiap, begitu pula petugas dan Pembina. Adapun acara tersebut disaksikan oleh Alumnus dan kakak kelas 12.

Dipimpin oleh ka Basirudin, Upacara tersebut berjalan lancar. Sandi Ambalan pun dibacakan dan diresapi setiap maknanya. Hmm... Tibalah saatnya Pasukan sepuluh beraksi,,, Berjalan dengan langkah tegak sambil membawa obor, mereka (ka Dwi Set, ka Angga, ka Rahma, ka Rizki, ka Lela, ka Kurniawan, ka Paryati, Ka Novan, ka Chusnul dan ka Khafid) mengitari api unggun dan menempati tempatnya. Dinyalakan dari api yang disulut oleh Pembina, ke-sepuluh obor tersebut berhasil menyala dengan baik. Sambil mengucapkan sandi “ikhlas bhakti bina bangsa, berbudi bawa laksana”, Obor pun diletakan di tempat api unggun dan mulai membakar tumpukan kayu yang ditata rapi tersebut. Pasukan sepuluh kembali ke tempat asalnya dan api semakin membesar. Api semakin membesar dan memecah malam yang tadinya sunyi. Menerangi malam yang sebelumnya gelap, dan membangunkan jiwa pemimpin yang tertidur. Amanat Pembina mengantarkan kita pada lengkapnya malam itu.

Beberapa saat setelah Upacara, Kakak kelas X memegang lilin yang menyala dan menambah keindahan pada malam itu. Api yang berkobar memberikan sentuhan luar biasa pada hati kawan-kawan kita ini. Bernyanyi dan ceria semata-mata karena bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Hal ini diharapkan menjadi pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Eh iya, Ka Anjar (Alumnus) juga ngisi acara lho bareng ka Maul (kelas 12). Seru pastinya. Ngisi permainan, tapi memiliki arti yang sangat dalam, bagaimana seharunya kita memimpin. 1 lagi, ka Anjar juga menawarkan tantangan untuk melompati api unggun, hal ini diterima oleh beberapa kakak kelas X dan XI. Semua berjalan lancar. Api semakin merendah dan hampir redup, Kakak kelas X dan Sangker pun kembali ke sekolah untuk melaksanakan ibadah sholat Subuh karena waktunya memang sudah pagi. Pulang ke sekolah dengan membawa pengalaman yang luar biasa.

Setelah kewajiban ditunaikan. Untuk menunggu matahari terbit, mereka menjalani Latihan Baris berbaris yang dipimpin oleh ka Inayah dan Ka Rizki. Ternyata, banyak sekali perubahan yang signifikan yang terjadi setelah pelatihan bareng TNI kemarinnya. Tapi mumpung masih ingat, maka dimantapkan lagi pleh kedua kakak ini supaya lebih meresap di jiwa. PBB ini dilakukan juga untuk alternatif olahraga pagi karena kegiatan ini dapat menyehatkan badan juga.

Pagi sudah menjelang siang, saatnya sarapan pagi. Seperti biasa, berdoa terlebih dahulu dan makan di tempat yang sama dalam keadaan yang sama juga. Sehabis itu, diselingi pembekalan materi untuk menguatkan mental.

Matahari sudah semakin naik. Saatnya menuju lapangan untuk kegiatan yang selanjutnya, yaitu Permainan Kepemimpinan. Permainan ini terdiri dari 9 pos dan setiap pos terdapat kakak pembimbingnya. Semuanya mengandung arti sebuah kepemimpinan, Ada PBB dengan membawa bambu di pundak. Tentu hal ini memerlukan kerjasama dan pembagian rasa atau beban, dan terbukti mereka bisa melakukannya. Lalu, Pengambilan cikal dal batas waktu yang telah ditentukan, memerlukan kerjasama karena jarak yang tidak mungkin dicapai oleh satu orang sekalipun ia tidur terlentang. Pada Pos Kepercayaan, ada satu peserta dari setiap sangga yang menjatuhkan diri ke belakang dari atas meja dan yang lain menangkapnya, tentunya hal ini memerlukan sosok pemimpin untuk mengkoordinir dan Kepercayaan dari teman yang berada di atas tadi. Pada pos Keep the bomb, peserta di forsir pikirannya untuk bisa menempatkan diri satu sangga ke dalam kotak kecil tanpa menjatuhkan bomb(bola kecil) yang berada di tengah. Peserta (kakak kelas X) terbukti berhasil dibingungkan oleh game ini sebelum ada sangga yang berhasil di akhir-akhir.
Lanjut?????Di pos jaring laba-laba, Para peserta melewati ikatan tali yang membentuk jaring-jaring dan memasuki lubang satu per satu. Untuk yang lubangnya tinggi, peserta bekerjasama untuk mengangkat temannya. Lagi-lagi membutuhkan sosok pemimpin yang cerdas. Pos kelereng, peserta memindahkan kelereng dari tempat asal ke tempat tujuan dengan cara estafet menggunakan sumpit. Teliti dan kompak tentunya. Di Pos 6, ada Ka Yesi dengan beberapa pertanyaan yang ada di kertas dan harus dijawab dengan benar, Pemimpin harus punya pengetahuan. Di Pos Bola si Petualang, unik??? Ya, peserta memindahkan bola sepak dari start sampai ke finish dengan menyodok bola secara bersamaan dan mengangkatnya. Kekompakan diutamakan dan kegoisan salah satu peserta pun tidak dapat ditoleransi. Terakhir yaitu pos kaki Seribu...eitss jangan geli dulu, ini Cuma kiasan kok. Peserta saling diikat kakinya dan berjalan sesuai panduan dari pembimbing. Satu komando dan konsentrasi penuh yang diterapkan oleh mereka sehingga mereka bisa berhasil melewatinya.

Berakhirlah sudah kegiatan games kepemimpinan dan dibarengi dengan waktu yang menunjukan jam 11, Pertanda hari sudah siang. Kembali ke sekolah, dan membersihkan seisi sekolah yang telah digunakan untuk kegiatan. Paling tidak untuk menghilangkan jejak. Semuanya sudah bersih dan tiba saatnya untuk menunaikan kewajiban yaitu sholat dzuhur. Sesudahnya Upacara Penutupan, Dengan susunan petugas Upacara yang sama kecuali pada laku Adat, Upacara Penutupan dilaksanakan. Dan Alhamdulillah cuacanya juga cukup cerah siang itu . Setelah resmi ditutup, Sangker+peserta memasuki ruangan pertama, Yaitu untuk melakukan acara penutupan. Setelah acara tersebut selesai, peserta pulang.

Yah, begitulah akhir kegiatannya, Latihan Dasar Kepemimpinan ini dinilai sukses lho. Berkesan dan memberi pengalaman serta pendidikan yang berguna bagi kakak kelas X. Bagi Sangga Kerjanya tetap semangat dan tersenyum, terlebih untuk kakak kelas X, dan tak lupa pula untuk kakak Kelas XII semoga bisa lulus semua...Amin... Postingan ini dibuat dengan beberapa editan. Jadi mohon maaf jika masih ada kekurangan atau ada kegiatan yang tidak terdokumentasi. Sekali lagi, Ka Admin meminta maaf atas segala kesalahan yang terjadi. O ya, Jangan lupa kasih komentar di bawah postingan ini yhaa + di Comment boxnya... Sampai jumpa di LDK 2012!!!!!!

Scout today, Leader tomorrow... 
 
Satyaku kudharmakan, Dharmaku kubhaktikan......

SALAM PRAMUKA!!!!!



GIAT informal : MakraB

SALAM PRAMUKA!!!

Well. Ini kegiatan ini memang tidak ada di dalam jadwal dan juga adat maupun PP Gudep.. Tapi Bantara angkatan 2009/2010 telah melaksanakan suatu Acara MAKRAB (Malam Keakraban) di tempatnya ka Eka di Desa SerayuLarangan Kecamatan Mrebet. Acara yang cuma berdasarkan mufakat dari suatu musyawarah anggota ini, dimaksudkan untuk mempererat tali kekerabatan di antara kakak-kakak Bantara ini.

Acara yang dikoordinasi langsung oleh tuan rumah ini dimulai pada jam 1/2 4-an (jadwal jam 3). Dengan menaiki mikro-bus menuju ke depan SMK N 2 PBG kemudian dilanjutkan dengan mobil pick-up, sampailah kami di tempat tujuan yaitu istana ka Eka(majas Hyperbola). Maklum lah, namanya juga Pramuka. Baru datang, ga pake berhitung dulu langsung masuk dan memenuhi Ruang tamu. 

Next...Berhubung sampai di tempat tujuannya itu mepet maghrib jadi langsung diteruskan dengan sholat maghrib. Sehabis Sholat Maghrib dengan dipimpin oleh Pradana, kami melakukan Tadarus hingga waktu Isya tiba untuk mengumandangkan adzan guna memanggil kami untuk melaksanakan ibadah Sholat 'Isya. 

Ba'da Isya, kami pun makan malam bersama yang sungguh nikmat yang memang sudah dipersiapkan oleh tuan rumah. Makan, Sholat udah semua, So langsung dech ke Acara inti yang memang jadi tujuan utama kami mengadakan Malam Keakraban tersebut. Yaitu sharing-sharing, mbahas kegiatan dan juga disusupi buat membahas program kerja LDK. 
 
Seru?? Banget.. Karena di forum itu kakak2 seangkatan mencurahkan segala perasaan yang ada. Saling kritik dan berbagi saran menambah hangatnya suasana malam yang sebenernya cukup dingin itu. Selain itu, Saran+Kritik bisa lebih membangun karakter dan kualitas diri dan juga mempererat persaudaraan karena setiap orang merasa diperhatikan. Di ujung acara inti, kami kedatangan sosok Kakak yang emang jadi panutan kami, yaitu Ka Anjar(Ginanjar Noviono -2007/2008). Selain menambah hangat suasana, kedatangannya pun menambah sumber pengetahuan buat kegiatan ke depannya. N akhirnya pergantian hari pun mengakhiri acara inti pada malam itu.

Pagi menyapa, kamipun mengawali dengan sholat Subuh. Sesudahnya kami menyambut pagi dengan segelas teh panas dan juga pisang goreng. hmmmmm, Luar biasa...Pagi yang cerah untuk jiwa yang ceria. hehehe, O ya, Ka Admin hampir lupa kalau semalem ada yang tidur di tenda doom di depan rumah. Back to the morning, Kami menanti datangnya sinar matahari dengan sedikit berdendang dengan iringan gitar dari ka Inayah dan Ka Novan. Lengkap sudah kebahagiaan pada pagi hari itu.

Matahari sudah mulai berudara, so inilah waktunya untuk pergi ke Curug buat kegiatan inti kedua yaitu refreshing. Jalanan yang turun dan jauh tak bisa menghapus kebahagiaan di antara kami. Sebelum tiba di Curug, kami harus melewati tangga yang tingginya kira-kira 6m untuk turun ke bawah. Satu per satu kakak2 berhasil melewati itu. Dan.............tibalah kami di Curug Yang mempunyai lebih dari satu air terjun. Kami pun merasa relax dan senang di sana. Tentu saja tidak terlewatkan momen dokumentasi.....Cukup lama sich. sampai hampir dzuhur. 

ya...Waktulah yang memisahkan kita. Kami harus kembali ke rumahnya ka Eka dengan jalan yang mayoritas naik....huufttt, Cape tapi seneng banget...Itulah ungkapan perasaan mereka ketika selesai refreshing diri di Curug itu. Ditutup dengan makan siang dan juga beres-beres rumah, kami pun pulang ke rumah masing-masing dengan mobil pick-up dan mikro-bus. Semua pulang ke rumah, tapi ada yang ke SMK dulu dan ada juga yang langsung ke Warnet yaitu kak Admin.


Yaaahh, selesai...itulah semua, suatu pembahasan sedikit tentang acara Makrab yang dilaksanakan kemarin dan hari ini (5-6/3). Semoga bisa mempererat persaudaraan, Jangan pernah berubah kakak2 sekalian. tetaplah jadi diri kalian dan melebur dalam satu tempat terindah, keluarga terbaik, yaitu SANKAR. SMEGA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!SANKAR!!!!!!!!!!!!!!!!

Terima kasih buat yang baca dan jangan lupa kasih komentar yha.. Postingan ini dibuat sekitar 2 jam setelah Makrab selesai....

SALAM PRAMUKA!!!

Baden Powell Day & World Thinking Day

Salam Pramuka!!!
kakak-kakak Pramuka pasti tahu apa maksudnya. Ya, kemarin (22/2) tepat pada hari selasa para Pandu merayakan hari lahirnya Scout founder atau penemu Pramuka yang tidak lain tidak bukan ialah Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Tapi koq ada tulisan World Thinking Day? Apa hubungannya?. Kesalahan bukan pada Admin, tapi memang kenyataanya kedua hal tersebut bareng. Mari kita telusuri jejak kenapa si bisa kaya gitu...

Pertama, kita renungkan jiwa kepanduan yang tangguh yang dimiliki Baden Powell. Sekitar tanggal 22 Februari 1857, lahirlah seorang anak manusia yang diberi nama  ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL, ayahnya bernama Domine H.G. Baden Powell seorang professor geometri dari Universitas Oxford, ibunya adalah puteri Admiral Inggris bernama W.T. Smyth.  Ayahnya meninggal dunia sewaktu Robert Stepenshon Smyth Baden Powell (BP) masih berumur 3 tahun, sehingga ia tumbuh dewasa dalam pengasuhan sang ibu. Baden Powell tumbuh sebagai seorang pemuda yang periang, cerdas, pandai bermain musik, dan sandiwara.  Dia juga seorang penulis ceritera fiksi, maupun non fiksi yang pandai dan produktif. Sejak kecil ia sudah gemar berolah raga, bermain di alam terbuka, berenang, berlayar dan mengembara bersama kakak-kakaknya. Latihan-latihan di waktu kecil ini sangat bermanfaat ketika dia menjadi perwira kerajaan Inggris.  Keterampilan dan kecerdasannya ini membuat suku Matabele kagum terhadapnya, sehingga ia menjuluki  Baden Powell dengan sebutan “IMPEESA” (serigala yang tidak pernah tidur), di suku tersebut ia dijuluki  “M’HLALA PANZI”  artinya seorang yang dapat  menembak sambil terlentang.
Cover Aids to Scouting
Segala pengalamannya sewaktu bertugas tersebut ditulis ke dalam sebuah buku yang diberi judul “Aid to scouting”.  Buku ini tadinya dimaksudkan agar para perwira muda dapat menjalankan tugasnya di medanlaga dengan baik.  Namun akhirnya buku tersebut  segera  tersebar dan menjadi bacaan bagi sekolah-sekolah  yang siswanya laki-laki. Sesudah pulang dari tugasnya di Afrika dan kembali ke negaranya, ia melihat anak-anak  remaja banyak yang  nakal-nakal.  Terdorong keinginannya untuk  membaktikan dirinya bagi kepentingan  remaja tersebut, ia mulai mengumpulkan buku-buku dari perpustakaan yang khusus untuk pendidikan remaja, mengenai  latihan-latihan dari abad ke abad; dari anak-anak Sparta, orang-orang Inggris jaman dahulu, orang-orang Indian sampai latihan-latihan bagi orang-orang se jamannya.   Pengalaman-pengalamannya tersebut mula-mula ia tuangkan dalam bentuk kegiatan dengan mengajak anak-anak tersebut ke dalam satu kegiatan di alam terbuka, mengintai, berburu, menggunakan lembing dan sebagainya. Hasilnya sangat positif, anak-anak yang tadinya nakal begitu melihat tantangan, latihan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan, serta berbagai  macam keterampilan yang selayaknya  dimiliki, maupun resiko kehidupan di alam terbuka, maka sikap  anak-anak tersebut  berubah menjadi semakin baik, sopan dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan.   BP terus mengembangkan  pemikirannya tentang kepramukaan melalui bentuk-bentuk  kegiatan yang berbeda dengan kegiatan di sekolah-sekolah.
BP di pulau Brownsea

Akumulasi kegiatannya sebagai seorang “pendahulu dalam kepramukaan” ialah ketika Baden Powell mengajak 20 orang anak dari mereka tanggal 1 Agustus 1907, untuk berkemah di Brown-sea Island, di Terusan Inggris selama hampir 2 minggu.  Di situlah setiap saat Baden Powell bertutur tentang  budi pekerti, kebahagiaan, kesehatan, keterampilan, disiplin, tanggung-jawab, dan bagaimana menjadi warga negara yang baik, kepada adik-adiknya (peserta didiknya) di sekitar api unggun.  Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya menjadi cikal bakal  lahirnya gerakan kepramukaan sedunia.  Oleh karena itu  tanggal 1 Agustus di mana untuk mula pertama kalinya BP berkemah di BrownseaIsland tersebut diperingati sebagai “Sun Rise Day”, bagi seluruh pandu di dunia.

Segala sesuatu yang diceriterakan oleh Baden Powell di sekeliling api unggun itulah di tahun 1908 dibukukan dengan judul  “Scouting for Boys”. Ketika  buku tersebut muncul  di tengah-tengah masyarakat maka ia bagaikan santapan yang lezat bagi orang-orang yang sedang kelaparan, sehingga tidak saja menjadi konsumen bagi orang-orang  Inggris, tetapi juga beredar sampai ke luar negeri. 

Pada tahun 1909, ketika BP muncul dalam pertemuan di Crystal Palace London sebagai tamu kehormatan ia bangga menyaksikan belasan ribu pandu putra berbaris dengan rapi.  Namun  dia mengatakan: “Akan tetapi, akan sempurna sekali jika anak perempuan juga dapat mengikuti gerakan kepramukaan ini”.  Tidak lama setelah itu muncullah gerakan kepramukaan untuk putri.  Ternyata  di tahun 1909 tersebut telah dapat didirikan Pramuka putri yang semula dipimpin oleh Agnes Baden Powell, yang kemudian diteruskan oleh Olave St. Clair Soames.
Agnes Baden Powell

Pergerakan kepramukaan ini semakin hari semakin berkembang dan meluas, sehingga pada tahun 1910 sudah semakin luas dan pesatnya perkembangan kepramukaan.  Saat itulah BP sadar  bahwa kepramukaan ini akan menjadi pekerjaannya seumur hidup.  Ia sadar dan berkeyakinan bahwa dirinya akan semakin berjasa lagi bagi tanah airnya apabila ia melatih para muda supaya menjadi warga negara utama dan mulia dibandingkan dengan ia harus melatih warganya untuk berperang .  Oleh karena itu  ia meletakkan jabatannya sebagai Perwira Tinggi yang saat itu telah berpangkat “Letnan Jenderal” dan kemudian  memasuki kehidupannya yang kedua yakni menjadi seorang  “Pembina Pramuka”.

Ia memetik hasil usahanya dalam perkembangan Pergerakan Kepramukaan tersebut yang akhirnya mendunia, dalam sebuah pengabdian yang didasarkan atas rasa cinta dan hormat kepada anak-anak didiknya di seluruh dunia.

Pada tahun 1912, BP mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui Pramuka di berbagai negara, inilah permulaan kepramukaan menjadi ikatan persaudaraan bagi para anggota Pramuka di seluruh dunia.

Tahun 1916 – baru muncul Pramuka Siaga. Untuk keperluan pendidikannya BP menulis “Handbook for Cubs”, dan bukunya Rudycard Kipling yang berjudul  “The Jungle Book”,  dijadikan dasar ceritera bagi kegiatan Pramuka Siaga.

1918 – muncul Pramuka usia Penegak. Tahun 1922, baru tersusun buku pedoman untuk pembinaan penegak yang berjudul “Rovering to Success”.

Apa dikata perang dunia meletus dan kegiatan kepramukaan sementara mengendur baru dilanjutkan dan bergiat kembali seusai perang.  Mulai dirintislah di tahun 1920, dengan berkumpulnya  para pramuka di seluruh dunia di London, untuk melaksanakan The First World Jamboree. Pada tanggal 6 Agustus tahun 1920, di malam terakhir  dari Jamboree tersebut BP diangkat menjadi  “Chief Scout of the World” atau Bapak Pramuka Sedunia, yang disambut dengan riuh  rendah oleh para Penggalang yang berkumpul di sana.  Jambore dunia ke -2 kemudian diselenggarakan di Denmark tahun 1924, kemudian Jambore dunia ke-3  kembali di Inggris tahun 1929,  ke-4 di Hongaria tahun 1933, dan para Jambore ke 5  tahun 1937 diselenggarakan di Belanda.

Sampai dengan kegiatan Jambore yang ke-5 BP masih tetap memegang peranan, ia tetap bersemangat dan selalu dihormati oleh anak-anak kemanapun dia pergi.  Sungguh pun demikian BP tetap  berkarya, ia terus menerus berkarya, ia terus menerus menulis, dan selalu memperkaya materi pendidikan kepramukaan.

Pada usianya yang ke-80 BP manakala kekuatan BP sudah berkurang, ia kembali ke Afrika, tepatnya di Kenya, tanah yang dicintainya, suatu tempat yang tenteram, dengan pemandangan yang indah, gunungnya yang bersalju, dan rimba-rimbanya yang luas didampingi oleh isterinya yang setia Lady Baden Powell, sebagai asistennya yang sangat bersemangat dalam memajukan pendidikan dan pemimpin kepramukaan puteri se dunia. Di sanalah BP menghembuskan nafasnya di sanatepat pada tanggal 8 Januari  1941, sebulan lebih sedikit sebelum hari ulang tahunnya yang ke-84.

Baden Powell sebagai perintis organisasi kepranduan dunia untuk putera (Chief Scout of the World), dilahirkan tanggal 22 Februari 1857, isterinya Lady Olave Baden Powell, sebagai perintis pandu puteri dunia (World Chief Guide), dilahirkan pada tanggal yang sama dengan Baden Powell, yakni tanggal 22 Februari 1889.  Suatu keajaiban Tuhan yang perlu direnungkan. Inilah sebabnya kita memperingati tanggal 22 Februari sebagai “BP’s Day” atau disebut juga “Thinking Day”.

Begitulah, selain BP's Day, Disebut juga Thinking Day.  Karena Lady BP lahir di tanggal dan Bulan yang sama.

Yaahh. Cukup sampai disini. Selamat Hari Baden Powell!!!!

Salam Pramuka!!!


MUSAM 2011 & Pelantikan Calon Bantara

SALAM PRAMUKA!!!
Setelah tiga tahun bersama, sejak MPP tahun 2008. Akhirnya sampailah di acara MUSAM 2011 yang merupakan puncak acara yang diselenggarakan oleh Bantara angkatan 2009. MUSAM merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk regenerasi Kepengurusan dan Keanggotaan di Ambalan ini. Bertempat di Pendopo kecamatan Kalimanah, Purbalingga tanggal 30 Januari 2011, kaka Bantara kelas 12 dan 11 menyelenggarakan acara tersebut dengan disambut hujan pada pagi harinya.

Namun hal ini tentu tak akan menghentikan semangat kelas 10. Buktinya, mereka pagi-pagi hari sudah datang dan berkumpul di pendopo Kalimanah itu. Hoho, doa supaya hujan itu reda pun terkabulkan. Cuaca yang tadinya kurang meyakinkan untuk dilaksanakanya Upacara pelantikan pun berubah menjadi cuaca yang terang. "Ayo!!!" mungkin itulah kata yang ingin disampaikan sang awan kepada kami. Karena akan diadakannya upacara pelantikan, maka sebelumnya diadakan latihan Upacara pelantikan. Sambil menunggu latihan selesai, acara diisi terlebih dahulu oleh ka Inayah trus dilanjutkan oleh ka Heri, ka Eno dan ka Eka kemudian menyusul ka Kurniawan.

MUSAM yang ditunggu-tunggu pun dibuka oleh pembawa acara. Dan diikuti dengan hikmat oleh seluruh anggota Ambalan, calon Bantara dan Alumnus yang hadir. Sambutan dari Waka Kesiswaan pun menjadi bagian dari acara tersebut. O iya, jumlah Calon Bantara kali ini yang hadir ialah 60 anak dari 61 anak. satu anak tersebut tidak bisa hadir karena sakit. Pendopo Kalimanah yang sudah disulap oleh Sangga Kerja pun dipenuhi oleh kelas 10 yang jumlahnya banyak itu.

sekitar pukul 9, Upacara Pelantikan dimulai. Momen-momen yang ditunggu-tunggu itu pun tiba.Dengan hikmat, para generasi tangguh itu mengucapkan janji Tri Satya dan menjawab setiap tantangan dari Pembina. Janji sudah diucapkan dan sepasang TKU pun telah dipasang yang merupakan tanda tanggung jawab yang sangat berat yang harus diemban oleh Bantara itu. Setelah Upacara selesai, dilanjutkan dengan laporan tiap-tiap Dewan Penegak dan Sekbid mengenai kegiatan yang sudah dijalani selama setahun.

Jam sudah mendekati waktu dzuhur, menandakan kegiatan memasuki ISHOMA (Istirahat-Sholat-Makan), tapi sebelum itu dibacakan kandidat Calon Pradana. Inilah kandidat calon Pradana Putra pada MUSAM kemarin:

  1. Ka Heri Sugiono
  2. Ka Kurniawan Yudhianto
  3. Ka Angga Dimas S
Sedangkan untuk calon Pradana putri adalah:
  1. Ka Tri Agus S.
  2. Ka Nur Inayah
  3. Ka Nur Khalifah

Sesudah Sholat Dzuhur dan makan siang, Pemilihan Calon Pradana dilaksanakan. MAsing-masing Calon Pradana memberikan Orasi tentang visi dan misi yang akan dipegang apabila terpilih nanti. YAng pasti acara tersebut berlangsung ramai. hoho, Dilanjutkan dengan pemungutan suara dari tiap anggota yang hadir. Dan terpilihlah Pradana Baru yaitu Ka Heri dan Ka Inayah karena memperoleh suara terbanyak.

Inilah Struktur Dewan Penegak masa bhakti 2011-2012:


  • Pradana Putra           : Ka Heri S.
  • Wakil Pradana Putra : Ka Irfan
  • Pradana Putri            : Ka Inayah
  • Wakil Pradana Putri  : Ka Kholifah
  • Pemangku Adat Putra 1 : Ka Basirudin
  • Pemangku Adat Putra 2 : Ka Machfud
  • Pemangku Adat Putri 1  : Ka Chusnul
  • Pemangku Adat Putri 2  : Ka Revi
  • Bendahara :
      • Ka Rizki Alvian
      • Ka Yanuar Amin
      • Ka Nur Khalifah
      • Ka Khusnul
  • Kerani :
      • Ka Khafid
      • Ka Budi
      • Ka Hidayatul Laela
      • Ka Rima

Ya, semoga dengan terpilihnya Dewan Penegak yang baru bisa meningkatkan kualitas Pramuka SMK N 1 Purbalingga dan terus menancapkan taringnya di Purbalingga. Eits, MUSAMnya belum selesai. Setelah itu dilanjutkan pembahasan Program Kerja dan Adat Ambalan untuk satu tahun kedepan. Pembahasannya pun berjalan seru karena terjadi tukar pendapat yang sengit. tapi ini bukan masalah, namanya juga musyawarah pasti ada perbedaan pendapat, Iya kan?? Dan terbentuklah Program kerja dan Adat Ambalannya. Semoga acaranya bisa terlaksana dan Adatnya bisa dipatuhi dengan baik.

MUSAM kali ini pun bertujuan untuk melepas Kakak kelas 12 yang sebentar lagi akan menjadi Alumnus(amin....). Sebuah video yang berisikan kenangan-kenangan kakak kelas 12 pun mengingatkan kembali kejadian selama 3 tahun ini. Kekompakkan yang harus diakui dari angkatan ini memang telah membanggakan orang sekitar dan juga sekolah karena telah menghadirkan banyak prestasi di tingkat cabang. Mulai dari Perwira Adventure sampai dengan Raimuna Cabang. Rasa-rasanya kami belum siap untuk melepas angkatan ini. Eh iya, untuk mengabadikannya, inilah nama-nama Bantara angkatan 2009 :

  • ka Adi F.                      > ka Ari F
  • ka Agus Purwo             > ka Desi
  • ka Aji N.                      > ka Eka N.
  • ka Dedi P.                    > ka Eka S.
  • ka Eli M.                      > ka Faizah
  • ka Dwiyantoro               > ka Maulida
  • ka Fajar                       > ka Mustiah
  • ka Ikhwan                    > ka Nur Rohmah
  • ka Miswono                 > ka Rosiati
  • ka Nodi H.                   > ka Siti M.
  • ka Rizal Y P                 > ka Sulis
  • ka Rizki A.                   > ka Tikah
  • ka Subur W.                > ka Uswatun
  • ka Syafril U.                 > ka Wahyuningsih
  • ka Tri Andi A.              > ka Yayah M.
Hahaha, acara MUSAM 2011 ditutup dengan Jabat tangan oleh seluruh anggota ambalan dan juga pembagian stiker. Matahari pun tenggelam dan berganti dengan Matahari di esok hari. Selamat jalan kakak, Teruslah berusaha menggapai cita-citamu dan jangan pernah lelah untuk memajukan Ambalan kita!! Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini!!!

Ini saatnya para pejuang baru untuk melanjutkan perjuangan untuk memajukan Pramuka SMK N 1 Purbalingga dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Tetap semangat dan tersenyum!!!

SALAM PRAMUKA!!!