Perwira Adventure Ke-5

Pramuka SMK N 1 Purbalingga berjaya di ajang Perwira Adventure ke lima pada perayaan Hari Boden Powel

Kegiatan Pramuka Jum'at Rutin 2014/2015

Pramuka SMK N 1 Purbalingga mengadakan Jum'at rutin yang berda dari sebelumnya

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014 di Lapangan Desa Palumbungan

AD dan ART Gerakan Pramuka Terbaru

AD dan ART Gerakan Pramuka terbaru berdasarkan MUNAS 2013

Pakaian Seragam Pramuka Terbaru

Pakaian Seragam Pramuka terbaru 2014 berdasarkan SK 174 Tahun 2012

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014 di Lapangan Desa Toyareja

Baden Powell Day & World Thinking Day

Salam Pramuka!!!
kakak-kakak Pramuka pasti tahu apa maksudnya. Ya, kemarin (22/2) tepat pada hari selasa para Pandu merayakan hari lahirnya Scout founder atau penemu Pramuka yang tidak lain tidak bukan ialah Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Tapi koq ada tulisan World Thinking Day? Apa hubungannya?. Kesalahan bukan pada Admin, tapi memang kenyataanya kedua hal tersebut bareng. Mari kita telusuri jejak kenapa si bisa kaya gitu...

Pertama, kita renungkan jiwa kepanduan yang tangguh yang dimiliki Baden Powell. Sekitar tanggal 22 Februari 1857, lahirlah seorang anak manusia yang diberi nama  ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL, ayahnya bernama Domine H.G. Baden Powell seorang professor geometri dari Universitas Oxford, ibunya adalah puteri Admiral Inggris bernama W.T. Smyth.  Ayahnya meninggal dunia sewaktu Robert Stepenshon Smyth Baden Powell (BP) masih berumur 3 tahun, sehingga ia tumbuh dewasa dalam pengasuhan sang ibu. Baden Powell tumbuh sebagai seorang pemuda yang periang, cerdas, pandai bermain musik, dan sandiwara.  Dia juga seorang penulis ceritera fiksi, maupun non fiksi yang pandai dan produktif. Sejak kecil ia sudah gemar berolah raga, bermain di alam terbuka, berenang, berlayar dan mengembara bersama kakak-kakaknya. Latihan-latihan di waktu kecil ini sangat bermanfaat ketika dia menjadi perwira kerajaan Inggris.  Keterampilan dan kecerdasannya ini membuat suku Matabele kagum terhadapnya, sehingga ia menjuluki  Baden Powell dengan sebutan “IMPEESA” (serigala yang tidak pernah tidur), di suku tersebut ia dijuluki  “M’HLALA PANZI”  artinya seorang yang dapat  menembak sambil terlentang.
Cover Aids to Scouting
Segala pengalamannya sewaktu bertugas tersebut ditulis ke dalam sebuah buku yang diberi judul “Aid to scouting”.  Buku ini tadinya dimaksudkan agar para perwira muda dapat menjalankan tugasnya di medanlaga dengan baik.  Namun akhirnya buku tersebut  segera  tersebar dan menjadi bacaan bagi sekolah-sekolah  yang siswanya laki-laki. Sesudah pulang dari tugasnya di Afrika dan kembali ke negaranya, ia melihat anak-anak  remaja banyak yang  nakal-nakal.  Terdorong keinginannya untuk  membaktikan dirinya bagi kepentingan  remaja tersebut, ia mulai mengumpulkan buku-buku dari perpustakaan yang khusus untuk pendidikan remaja, mengenai  latihan-latihan dari abad ke abad; dari anak-anak Sparta, orang-orang Inggris jaman dahulu, orang-orang Indian sampai latihan-latihan bagi orang-orang se jamannya.   Pengalaman-pengalamannya tersebut mula-mula ia tuangkan dalam bentuk kegiatan dengan mengajak anak-anak tersebut ke dalam satu kegiatan di alam terbuka, mengintai, berburu, menggunakan lembing dan sebagainya. Hasilnya sangat positif, anak-anak yang tadinya nakal begitu melihat tantangan, latihan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan, serta berbagai  macam keterampilan yang selayaknya  dimiliki, maupun resiko kehidupan di alam terbuka, maka sikap  anak-anak tersebut  berubah menjadi semakin baik, sopan dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan.   BP terus mengembangkan  pemikirannya tentang kepramukaan melalui bentuk-bentuk  kegiatan yang berbeda dengan kegiatan di sekolah-sekolah.
BP di pulau Brownsea

Akumulasi kegiatannya sebagai seorang “pendahulu dalam kepramukaan” ialah ketika Baden Powell mengajak 20 orang anak dari mereka tanggal 1 Agustus 1907, untuk berkemah di Brown-sea Island, di Terusan Inggris selama hampir 2 minggu.  Di situlah setiap saat Baden Powell bertutur tentang  budi pekerti, kebahagiaan, kesehatan, keterampilan, disiplin, tanggung-jawab, dan bagaimana menjadi warga negara yang baik, kepada adik-adiknya (peserta didiknya) di sekitar api unggun.  Kegiatan-kegiatan tersebut akhirnya menjadi cikal bakal  lahirnya gerakan kepramukaan sedunia.  Oleh karena itu  tanggal 1 Agustus di mana untuk mula pertama kalinya BP berkemah di BrownseaIsland tersebut diperingati sebagai “Sun Rise Day”, bagi seluruh pandu di dunia.

Segala sesuatu yang diceriterakan oleh Baden Powell di sekeliling api unggun itulah di tahun 1908 dibukukan dengan judul  “Scouting for Boys”. Ketika  buku tersebut muncul  di tengah-tengah masyarakat maka ia bagaikan santapan yang lezat bagi orang-orang yang sedang kelaparan, sehingga tidak saja menjadi konsumen bagi orang-orang  Inggris, tetapi juga beredar sampai ke luar negeri. 

Pada tahun 1909, ketika BP muncul dalam pertemuan di Crystal Palace London sebagai tamu kehormatan ia bangga menyaksikan belasan ribu pandu putra berbaris dengan rapi.  Namun  dia mengatakan: “Akan tetapi, akan sempurna sekali jika anak perempuan juga dapat mengikuti gerakan kepramukaan ini”.  Tidak lama setelah itu muncullah gerakan kepramukaan untuk putri.  Ternyata  di tahun 1909 tersebut telah dapat didirikan Pramuka putri yang semula dipimpin oleh Agnes Baden Powell, yang kemudian diteruskan oleh Olave St. Clair Soames.
Agnes Baden Powell

Pergerakan kepramukaan ini semakin hari semakin berkembang dan meluas, sehingga pada tahun 1910 sudah semakin luas dan pesatnya perkembangan kepramukaan.  Saat itulah BP sadar  bahwa kepramukaan ini akan menjadi pekerjaannya seumur hidup.  Ia sadar dan berkeyakinan bahwa dirinya akan semakin berjasa lagi bagi tanah airnya apabila ia melatih para muda supaya menjadi warga negara utama dan mulia dibandingkan dengan ia harus melatih warganya untuk berperang .  Oleh karena itu  ia meletakkan jabatannya sebagai Perwira Tinggi yang saat itu telah berpangkat “Letnan Jenderal” dan kemudian  memasuki kehidupannya yang kedua yakni menjadi seorang  “Pembina Pramuka”.

Ia memetik hasil usahanya dalam perkembangan Pergerakan Kepramukaan tersebut yang akhirnya mendunia, dalam sebuah pengabdian yang didasarkan atas rasa cinta dan hormat kepada anak-anak didiknya di seluruh dunia.

Pada tahun 1912, BP mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui Pramuka di berbagai negara, inilah permulaan kepramukaan menjadi ikatan persaudaraan bagi para anggota Pramuka di seluruh dunia.

Tahun 1916 – baru muncul Pramuka Siaga. Untuk keperluan pendidikannya BP menulis “Handbook for Cubs”, dan bukunya Rudycard Kipling yang berjudul  “The Jungle Book”,  dijadikan dasar ceritera bagi kegiatan Pramuka Siaga.

1918 – muncul Pramuka usia Penegak. Tahun 1922, baru tersusun buku pedoman untuk pembinaan penegak yang berjudul “Rovering to Success”.

Apa dikata perang dunia meletus dan kegiatan kepramukaan sementara mengendur baru dilanjutkan dan bergiat kembali seusai perang.  Mulai dirintislah di tahun 1920, dengan berkumpulnya  para pramuka di seluruh dunia di London, untuk melaksanakan The First World Jamboree. Pada tanggal 6 Agustus tahun 1920, di malam terakhir  dari Jamboree tersebut BP diangkat menjadi  “Chief Scout of the World” atau Bapak Pramuka Sedunia, yang disambut dengan riuh  rendah oleh para Penggalang yang berkumpul di sana.  Jambore dunia ke -2 kemudian diselenggarakan di Denmark tahun 1924, kemudian Jambore dunia ke-3  kembali di Inggris tahun 1929,  ke-4 di Hongaria tahun 1933, dan para Jambore ke 5  tahun 1937 diselenggarakan di Belanda.

Sampai dengan kegiatan Jambore yang ke-5 BP masih tetap memegang peranan, ia tetap bersemangat dan selalu dihormati oleh anak-anak kemanapun dia pergi.  Sungguh pun demikian BP tetap  berkarya, ia terus menerus berkarya, ia terus menerus menulis, dan selalu memperkaya materi pendidikan kepramukaan.

Pada usianya yang ke-80 BP manakala kekuatan BP sudah berkurang, ia kembali ke Afrika, tepatnya di Kenya, tanah yang dicintainya, suatu tempat yang tenteram, dengan pemandangan yang indah, gunungnya yang bersalju, dan rimba-rimbanya yang luas didampingi oleh isterinya yang setia Lady Baden Powell, sebagai asistennya yang sangat bersemangat dalam memajukan pendidikan dan pemimpin kepramukaan puteri se dunia. Di sanalah BP menghembuskan nafasnya di sanatepat pada tanggal 8 Januari  1941, sebulan lebih sedikit sebelum hari ulang tahunnya yang ke-84.

Baden Powell sebagai perintis organisasi kepranduan dunia untuk putera (Chief Scout of the World), dilahirkan tanggal 22 Februari 1857, isterinya Lady Olave Baden Powell, sebagai perintis pandu puteri dunia (World Chief Guide), dilahirkan pada tanggal yang sama dengan Baden Powell, yakni tanggal 22 Februari 1889.  Suatu keajaiban Tuhan yang perlu direnungkan. Inilah sebabnya kita memperingati tanggal 22 Februari sebagai “BP’s Day” atau disebut juga “Thinking Day”.

Begitulah, selain BP's Day, Disebut juga Thinking Day.  Karena Lady BP lahir di tanggal dan Bulan yang sama.

Yaahh. Cukup sampai disini. Selamat Hari Baden Powell!!!!

Salam Pramuka!!!


MUSAM 2011 & Pelantikan Calon Bantara

SALAM PRAMUKA!!!
Setelah tiga tahun bersama, sejak MPP tahun 2008. Akhirnya sampailah di acara MUSAM 2011 yang merupakan puncak acara yang diselenggarakan oleh Bantara angkatan 2009. MUSAM merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk regenerasi Kepengurusan dan Keanggotaan di Ambalan ini. Bertempat di Pendopo kecamatan Kalimanah, Purbalingga tanggal 30 Januari 2011, kaka Bantara kelas 12 dan 11 menyelenggarakan acara tersebut dengan disambut hujan pada pagi harinya.

Namun hal ini tentu tak akan menghentikan semangat kelas 10. Buktinya, mereka pagi-pagi hari sudah datang dan berkumpul di pendopo Kalimanah itu. Hoho, doa supaya hujan itu reda pun terkabulkan. Cuaca yang tadinya kurang meyakinkan untuk dilaksanakanya Upacara pelantikan pun berubah menjadi cuaca yang terang. "Ayo!!!" mungkin itulah kata yang ingin disampaikan sang awan kepada kami. Karena akan diadakannya upacara pelantikan, maka sebelumnya diadakan latihan Upacara pelantikan. Sambil menunggu latihan selesai, acara diisi terlebih dahulu oleh ka Inayah trus dilanjutkan oleh ka Heri, ka Eno dan ka Eka kemudian menyusul ka Kurniawan.

MUSAM yang ditunggu-tunggu pun dibuka oleh pembawa acara. Dan diikuti dengan hikmat oleh seluruh anggota Ambalan, calon Bantara dan Alumnus yang hadir. Sambutan dari Waka Kesiswaan pun menjadi bagian dari acara tersebut. O iya, jumlah Calon Bantara kali ini yang hadir ialah 60 anak dari 61 anak. satu anak tersebut tidak bisa hadir karena sakit. Pendopo Kalimanah yang sudah disulap oleh Sangga Kerja pun dipenuhi oleh kelas 10 yang jumlahnya banyak itu.

sekitar pukul 9, Upacara Pelantikan dimulai. Momen-momen yang ditunggu-tunggu itu pun tiba.Dengan hikmat, para generasi tangguh itu mengucapkan janji Tri Satya dan menjawab setiap tantangan dari Pembina. Janji sudah diucapkan dan sepasang TKU pun telah dipasang yang merupakan tanda tanggung jawab yang sangat berat yang harus diemban oleh Bantara itu. Setelah Upacara selesai, dilanjutkan dengan laporan tiap-tiap Dewan Penegak dan Sekbid mengenai kegiatan yang sudah dijalani selama setahun.

Jam sudah mendekati waktu dzuhur, menandakan kegiatan memasuki ISHOMA (Istirahat-Sholat-Makan), tapi sebelum itu dibacakan kandidat Calon Pradana. Inilah kandidat calon Pradana Putra pada MUSAM kemarin:

  1. Ka Heri Sugiono
  2. Ka Kurniawan Yudhianto
  3. Ka Angga Dimas S
Sedangkan untuk calon Pradana putri adalah:
  1. Ka Tri Agus S.
  2. Ka Nur Inayah
  3. Ka Nur Khalifah

Sesudah Sholat Dzuhur dan makan siang, Pemilihan Calon Pradana dilaksanakan. MAsing-masing Calon Pradana memberikan Orasi tentang visi dan misi yang akan dipegang apabila terpilih nanti. YAng pasti acara tersebut berlangsung ramai. hoho, Dilanjutkan dengan pemungutan suara dari tiap anggota yang hadir. Dan terpilihlah Pradana Baru yaitu Ka Heri dan Ka Inayah karena memperoleh suara terbanyak.

Inilah Struktur Dewan Penegak masa bhakti 2011-2012:


  • Pradana Putra           : Ka Heri S.
  • Wakil Pradana Putra : Ka Irfan
  • Pradana Putri            : Ka Inayah
  • Wakil Pradana Putri  : Ka Kholifah
  • Pemangku Adat Putra 1 : Ka Basirudin
  • Pemangku Adat Putra 2 : Ka Machfud
  • Pemangku Adat Putri 1  : Ka Chusnul
  • Pemangku Adat Putri 2  : Ka Revi
  • Bendahara :
      • Ka Rizki Alvian
      • Ka Yanuar Amin
      • Ka Nur Khalifah
      • Ka Khusnul
  • Kerani :
      • Ka Khafid
      • Ka Budi
      • Ka Hidayatul Laela
      • Ka Rima

Ya, semoga dengan terpilihnya Dewan Penegak yang baru bisa meningkatkan kualitas Pramuka SMK N 1 Purbalingga dan terus menancapkan taringnya di Purbalingga. Eits, MUSAMnya belum selesai. Setelah itu dilanjutkan pembahasan Program Kerja dan Adat Ambalan untuk satu tahun kedepan. Pembahasannya pun berjalan seru karena terjadi tukar pendapat yang sengit. tapi ini bukan masalah, namanya juga musyawarah pasti ada perbedaan pendapat, Iya kan?? Dan terbentuklah Program kerja dan Adat Ambalannya. Semoga acaranya bisa terlaksana dan Adatnya bisa dipatuhi dengan baik.

MUSAM kali ini pun bertujuan untuk melepas Kakak kelas 12 yang sebentar lagi akan menjadi Alumnus(amin....). Sebuah video yang berisikan kenangan-kenangan kakak kelas 12 pun mengingatkan kembali kejadian selama 3 tahun ini. Kekompakkan yang harus diakui dari angkatan ini memang telah membanggakan orang sekitar dan juga sekolah karena telah menghadirkan banyak prestasi di tingkat cabang. Mulai dari Perwira Adventure sampai dengan Raimuna Cabang. Rasa-rasanya kami belum siap untuk melepas angkatan ini. Eh iya, untuk mengabadikannya, inilah nama-nama Bantara angkatan 2009 :

  • ka Adi F.                      > ka Ari F
  • ka Agus Purwo             > ka Desi
  • ka Aji N.                      > ka Eka N.
  • ka Dedi P.                    > ka Eka S.
  • ka Eli M.                      > ka Faizah
  • ka Dwiyantoro               > ka Maulida
  • ka Fajar                       > ka Mustiah
  • ka Ikhwan                    > ka Nur Rohmah
  • ka Miswono                 > ka Rosiati
  • ka Nodi H.                   > ka Siti M.
  • ka Rizal Y P                 > ka Sulis
  • ka Rizki A.                   > ka Tikah
  • ka Subur W.                > ka Uswatun
  • ka Syafril U.                 > ka Wahyuningsih
  • ka Tri Andi A.              > ka Yayah M.
Hahaha, acara MUSAM 2011 ditutup dengan Jabat tangan oleh seluruh anggota ambalan dan juga pembagian stiker. Matahari pun tenggelam dan berganti dengan Matahari di esok hari. Selamat jalan kakak, Teruslah berusaha menggapai cita-citamu dan jangan pernah lelah untuk memajukan Ambalan kita!! Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini!!!

Ini saatnya para pejuang baru untuk melanjutkan perjuangan untuk memajukan Pramuka SMK N 1 Purbalingga dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Tetap semangat dan tersenyum!!!

SALAM PRAMUKA!!!

Semangatnya Masih 90%!!!!

"Mengapa Kalian ingin jadi Bantara?"
Selalu itu pertanyaan yang kami dengar di awal-awal menjadi CABA (calon bantara). Pertanyaan yang mudah sebenarnya, karna itu menyangkut diri kami pribadi. Tapi entahlah, lidah ini terlalu sulit mengungkapkan satu alasan yang masuk akal untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Ya, sesulit itu pula lah tahap dan proses kami untuk menjadi seorang Bantara sejati yang bisa diandalkan di manapun, dan kapanpun. Mulai dari tahap paling awal MPP(Masa Penghayatan Penggalang) yang dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 16 - 18 Juli 2010, Kemudian tahap kedua adalah Pembayatan selama dua hari pada tanggal 27-28 November 2010 dan ketiga yang baru saja kami jalani yaitu Pemantapan selama tiga hari pada tanggal 27-29 Desember 2010.

-Pembayatan
Tahap kedua usai MPP yang tidak kami ceritakan disini. Karna di MPP kami menjalankannya bersama seluruh siswa SMK N 1 Purbalingga. Sementara CABA belum terbentuk tentunya.
Pembayatan itu sendiri dilaksanakan pada tanggal 27-28 November 2010 dua hari satu malam yang berlokasi di sekolah. Pada saat itu, jumlah CABA yang mengikuti kegiatan Pembayatan adalah 74 siswa kelas X. Meskipun menurut kakak Bantara ini merupakan tahap kedua setelah MPP, namun bagi kami Pembayatan adalah awal pembuktian diri kami bahwa kami siap menjadi Bantara dan melangkah menuju Pemantapan yang berakhir di Pelantikan.
Kegiatan di pembayatan cukup menguras tenaga ekstra. Disana, kami benar-benar digembleng terutama pada kekuatan fisik dan mental. Namun, pengisian materi oleh kakak Alumnus juga membuktikan bahwa menjadi seorang Bantara tak hanya kuat fisik dan mental tapi kecerdasan otakmerupakan hal mutlak yang juga harus dimiliki seorang Bantara.
Usai pengisian materi, malam hari (entah pukul berapa) kegiatan inti pembayatan dimulai. Memakai pakaian hitam serba hitam serta membawa SKU dan alat tulis kami siap melewati tujuh pos dan menyelesaikan 250 push-up untuk putri dan 350 push-up untuk putra. Pembagian kelompok atau sangga dibagi dengan metode hitung per-A 1 sampai 7.
Perjalanan dimulai, dengan susah payah kami mencoba menjawab pertanyaan dari kakak Bantara, menempuh perjalanan yang tentu tidak dekat, saling menjaga dan melindungi anggota sangga yang lain membuat keteguhan kami timbul "SAYA HARUS JADI BANTARA". Keyakinan yang kami pupuk di tengah malam gelap, keyakinan yang terbentuk disaat kami membutuhkan semangat.
Hingga tibalah pada saat pencarian beluluk berstample Gerakan Pramuka. Mencari dalam gelap dan dengan kondisi fisik yang hampir ambruk bukanlah perkara mudah. Tapi kami tak ingin menyerah pada keadaan.

Pagi harinya setelah adventure, kami mengganti pakaian hitam yang basah dan berlumpur dengan baju olahraga (tanpa mandi). Sedikit melakukan gerakan-gerkan ringan pada senam, berhasil membuat lelah agak berkurang. Tapi kami harus tetap terjaga dan semangat. Meskipun sejak malam push-up yang kami lakukan lebih dari ketentuan (250 dan 350 push-up) karena ditambah konsekuensi apabila melakukan kesalahan.
Kruyuk... Kruyuk....! Eh, itu bunyi perut kami! Kami memang terakhir makan semalam dengan lauk tempe kering dan dimakan secara bebarengan, Ah, tak masalah justru itu lebih nikmat. Berbagi, berbagi dan berbagi. itulah kami.
Pahit! Padahal kami lapar, tapi kenapa malah disuruh minum air Brantawali sih? Ya, itulah kehidupan. Sebelum merasakan nikmat kita harus mencicipi pahitnya dulu. Dan brantawali itu sendiri memiliki manfaat mencegah masuk angin. Sangat berguna bagi kami yang semalam suntuk tidak tidur, kedinginan melewati sungai, diterpa angin malam dan lelah berjalan dari satu pos ke pos lain yang jaraknya cukup jauh. Akhirnya kami makan, nasi bungkus dengan telur dan sayur. Disini, Kami diberi kesempatan makan sendiri-sendiri searta harus habis! Tidak boleh ada satu butir nasi pun yang tersisa.
Saat-saat inilah yang membuat kami takut, sedih dan marah. Ternyata beluluk yang berstample Gerakan Pramuka itu adalah tiket kami menuju pemantapan. Tapi apa? yang mendapat hanya 22 orang anak dan itu berarti sisanya gugur? Tidak! Tidak boleh! Kami berjuang bersama, masa hanya gara-gara beluluk teman-teman kami tidak bisa ikut pemantapan? itu tidak adil!
Kami akan lakukan apapun, terutama protes kepada kepada ketua pembayatan (kak Basirudin) agar kebijakan ini dihilangkan. Baiklah, harus kami akui bahwa saat itu kami menangis. Kami tidak mau kehilangan sahabat-sahabat kami.
Namun, sebuah kejutan diberikan kakak Bantara kepada kami. Saat barisan kami kembali bergabung, tiba-tiba ucapan ka Dwi Setianingsih membuat tangis kami mereda. "SEMUA IKUT DI PEMANTAPAN!!!" Kata-kata yang pertama kali sulit kami cerna karna masih diliputi perasaan sedih dan kecewa. Dan saat kami sadar apa maksud dari perkataan tersebut tangis kami berganti menjadi tangis kegembiraan dan tertawa atas surprise konyol tersebut.
"Dengan ditutupnya pusaka Ambalan Jendral Achmad Yani-Raden Ajeng Kartini, maka ditutuplah masa Pembayatan Calon Bantara SMK Negeri 1 Purbalingga tahun 2010"
Dan dengan itu pula, kami pulang membawa amanat lagi yang harus dibawa di pemantapan Biji pisang klutuk, pisang klutuk yang masih mentah, beluluk bagi yang mendapatkannya dan terpenting, pita hijau yang harus dipakai di pundak tiap kali pertemuan.
-Pemantapan
Kecamatan Karangmoncol, Lapangan Tunjungmuli. Adalah lokasi kami tahap selanjutnya untuk menjadi Bantara. Pemantapan. Tanggal 27-29 Desember 2010 menjadi saksi perjuangan kami lagi yang belum terhenti sampai di pembayatan. dengan jumlah caba, 64 siswa kelas X.
Perjalanan yang jauh dan melelahkan. Di awal keberangkatan saja kami sudah harus berjalan naik-turun menuju lokasi dengan membawa tas yang tidak bisa dibilang enteng. Disini kebersamaan kami benar-benar diperlukan untuk membawa perkap tenda dan kawan-kawan.
Di hari pertama, hujan seperti ingin menyapa kami dan ingin mengucapkan selamat datang pada masa Pemantapan. Di sore hari yang dingin, diguyur hujan deras kami di tengah lapangan menentang hujan membuktikan bahwa kami tidak takut hujan, tidak takut dingin. Menyaksikan secara langsung keagungan Yang Maha Kuasa dengan pemandangan nan indah dengan taburan hujan yang nampak kecil bahkan tak terlihat. "SAYA BERJANJI, SAYA AKAN MEMAJUKAN PRAMUKA SMK NEGERI 1 PURBALINGGA. SANKAR...JAYA!!!"
Malam merangkak naik. Mambawa hawa dingin dan lelah manjadi satu. Berhubung kondisi tenda tidak memungkinkan untuk ditempati, maka kami melanjutkan acara di SD N 2 Tunjungmuli. Tak lupa sholat, makan malam dan evaluasi kegiatan selama satu hari tersebut serta tak lupa pengisian materi.
Kebersamaan yang mencoba kami bangun di awa Pemantapan ini, ternyata belum mampu membuat kakak Bantara puas. Kami sendiri mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, Hingga akhirnya, kami harus menyebutkan 34 janji calon Bantara yang lebih baik.
Terlelap sejenak usai evaluasi cukup untuk memulihkan tenaga kami guna mempersiapkan kegiatan di hari berikutnya. Sedikit mimpi indah dan semangat dalam hati bahwa kami bisa jadi Bantara, sanggup mengusir lelah dan rindu rumah yang seharusnya tidak kami rasakan.
Masih dalam keadaan mengantuk dan setengah terjaga, kami dibangunkan untuk melaksanakan sholat Tahajjud. Sebelumnya, Kami pandangi langit hitam nan kelam yang disana bertabur bintang. Sekali lagi, kami mengagungkan Yang Maha Segalanya. Allah swt.
Pagi. Matahari terbit dengan terangnya. Membawa secercah cahaya harapan lagi bagi kami untuk menepati 34 janji Calon Bantara. Kembali pada semangat pagi kami yang harus selalu membara. Meskipun letih tetap mendera, tapi kami selalu yakin bahwa kami pasti akan membawa apa yang kami harapkan.
Hari kedua ini merupakan pembuktian fisik, mental serta kepintaran kami. Wide game. itulah nama permainan yang kami laksanakan. Sembilan sangga meluncur menuju medan yang tentunya lebih berat dari MPP bahkan Pembayatan. Menaiki bukit, menuruni lembah curm nan licin, melewati sungai yang deras, menembus rimba dan tak lupa memakan brantawali serta daun pepaya. kami lewati 8 pos dengan penuh keyakinan, semangat dan rasa kebersamaan yang harus lebih kami tingkatkan.
425 push-up untuk putri dan 525 push-up untuk putra menambah panjang cerita kami dalam melalui 8 pos tersebut.
Perjalanan jauh dan medan yang tak biasa kami nikmati dengan pemandangan indah di kanan-kiri.
Hingga pos 8, keyakinan dalam diri kami tertuangkan dengan teriakan-teriakan "KAMI PANTAS JADI BANTARA... KAMI PANTAS JADI BANTARA... KAMI PANTAS JADI BANTARA!!!"
Di tanah lapang yang luas, di tanah lapang yang sepi. Hanya ada kami, kakak Bantara yang menyaksikan teriakan kami dan keyakinan kami serta Tuhan yang selalu menyaksikan apa yang kami lakukan.
(by : Khusnul Maulani - X TKJ 2) -dikutip dengan beberapa perubahan.

S.O.S tampil di Pensi

SALAM PRAMUKA!!!
Hmmm. rasanya sudah lama nich ga posting n update tentang pramuka smk n 1 pbg. hehe.. sampe2 dikritik lewat beberapa media. Harap maklum lah, ka Admin lagi ga sempet. Ya Sudahlah. Pada kesempatan kali ini kak Admin mau mengabarkan tentang penampila SANKAR di acara Pensi dalam rangka ulang tahunnya sekolah tercinta SMK N 1 PURBALINGGA yang ke 43. Demi sekolah ini para Pramuka Penegak penerus generasi bangsa rela tampil di panggung yang cukup megah sekaligus menyampaikan pesan nasionalisme lewat lagu yang dibawakannya.