Perwira Adventure Ke-5

Pramuka SMK N 1 Purbalingga berjaya di ajang Perwira Adventure ke lima pada perayaan Hari Boden Powel

Kegiatan Pramuka Jum'at Rutin 2014/2015

Pramuka SMK N 1 Purbalingga mengadakan Jum'at rutin yang berda dari sebelumnya

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014

Pemantapan Calon Bantara (CABA) 2014 di Lapangan Desa Palumbungan

AD dan ART Gerakan Pramuka Terbaru

AD dan ART Gerakan Pramuka terbaru berdasarkan MUNAS 2013

Pakaian Seragam Pramuka Terbaru

Pakaian Seragam Pramuka terbaru 2014 berdasarkan SK 174 Tahun 2012

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014

Masa Penghayatan Penggalang (MPP) 2014 di Lapangan Desa Toyareja

Pemantapan Calon Bantara 2012

New Zeeland Versi Sankar Yang Menjadi Saksi

     Selasa ( 27/12) merupakan hari yang paling ditunggu bagi para sangga kerja dan para calon bantara yang ingin bergabung dengan Sankar. Walaupun hanya berselang kurang lebih enam hari, baik sangker maupun caba tetap semangat melalui tahapan setelah pembayatan tersebut. Dan sekali lagi, empat jempol buat 61 panitia juga calon bantara 2011! J
     Desa Sinila Karang Moncol dipilih panitia untuk melaksanakan pemantapan. Dengan pemandangan yang sangat eksotis, dimana lapangan tersebut berada di ketinggian yang menyuguhkan gagahnya barisan bukit nan hijau begitu jelas saat pertama kali menapakiya. Belum lagi jalan berliku dan berbatu yang dibutuhkan perjuangan ekstra untuk sampai ke tempat, menjadi terbayar lunas dengan pemandangan sangat indah tertuju langsung kearah kota yang tepat berada di bawah desa tersebut. New Zeeland versi Sankar disebutnya.
     “Ada yang mau pulang?’ Pertanyaan wajib yang hampir selalu didengar oleh 32 peserta pemantapan (6 putri mundur karna berbagai hal). Pertanyaan yang apabila dijawab, “siap! Ada” akan sangat menyesal nantinya. Bagaimana tidak? Setelah long march melewati medan yang cukup berat, mandi keringat, kelelahan dan kecapaian mereka akan pulang dengan tangan hampa? Tidak! Itu bukan mental bantara. Jadi, sesulit apapun yang terjadi, pulang sebelum waktunya adalah perbuatan konyol.
     Hari pertama dilalui dengan kelahan ekstra. Mental yang terus digembleng dengan segenap ketegasan yang dikeluarkan oleh panitia, diharapkan mampu mengurangi sikap manja dan mementingkan diri sendiri yang selama ini mereka miliki. Tetap semangat! Adalah kunci menghadapiu tahapan yang belum selesai merka ikuti. Masih ada dua hari yang panjang sekaligus melelahkan menanti mereka.
     Wide game hari kedua (Rabu, 28/12) bisa disebut kompleks acara pemantapan tahun ini. Lewati bukit, lewati lembah curam, jalan yang licin, bebatuan sungai dan jalan setapak yang sangat menanjak dipersembahkan sanga kerja khusus untuk 32 calon bantara. Ada segelitik kekhawatiran yang sempat menganggu, bagaimana dengan keselamatan para peserta? Namun dengan do’a, tekad dan keyakinan bahwa para peserta bisa melewatinya dengan baik semuanya berjalan lancar. Melalui 8 pos dengan selamat meskipun ada sedikit drama mengharukan di pos 4 yaitu pos kepemimpinan.
     Hujan turun menyambut sore usai adventure. Lelah, namun harus tetap semangat dan bertahan karena masih ada satu hari yang juga tak mudah. Malamnya, peserta diungsikan di SD yang jaraknya tak terlalu dekat namun cukup terjangkau untuk melaksanakan kegiatan LCTP, evaluasi seperti biasa  setelah seharian kegiatan,lalu istirahat untuk menyambut klimaks pemantapan esok hari. Hingga pukul 02.00 dini hari, caba dibangunkan walau dengan kondisi tubuh yang meletihkan.
     Acara dimulai dengan membagi caba persangga. Tutup mata dengan slayer MPP, berjalan mengitari lapangan, merayap, ditakut-takuti, penuh dengan teriakan, tepuk-tepuk dan suara-suara lain untuk mengawali pencarian TKU. Hingga akhirnya, satu persatu sangga dibawa menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Sepasang Tanda Kecakapan Umum diletakan mengitari satu lilin pada sebuah plastik bening berisi foto dan nama calon bantara yang ditulis menggunakan singkatan. Intruksi yang diberikan adalah, “silakan temukan sesuatu yang kalian inginkan, yang membuat kalian ada disini. Dan ingat sesuatu itu haruslah sesuai dengan nama kalian. Dalam hitungan sepuluh”.  Berlari, para calon bantara itu mencoba menemukan apa yang dimaksud dengan ‘sesuatu yang kalian inginkan’. Dan begitu tau hal itu adalah sebuah TKU Bantara, mereka tak ingin gagal, mereka harus dapatkan itu. Namun, sekali lagi tetap ada yang tidak mendapatkan. Padahal itu merupakan benda yang lebih penting ketimbang beluluk bagi seorang calon bantara pada saat pembayatan. Akhirnya acara selesai, yang  memperoleh dan tidak dipisah untuk sementara.
     Usai Baksos, acara dilanjut dengan evaluasi pencarian TKU. Sekitar pukul 09.00 pagi, kakak kelas XII mengisi pada kelompok caba yang tidak memperoleh TKU. Memberi motivasi agar tetap menjadi pandu tanpa TKU. Beberapa diantara mereka menangis, mengingat harus berpissh dengan teman seperjuangan sebelum dan selama pemantapan. Sementara dibelakang barisan, terdapat kelompok yang mendapat TKU. Dalam hal ini, baik yang memperoleh maupun yang tidak sama-sama merasa tak rela bila 32 tidak mendapatkan TKU setelah melewati tahapan demi tahapan. Namun di balik itu, sebuah konsep telah dimatangkan untuk segera dilaksanakan. Tanpa sepengetahuan kelompok yang tidak mendapat TKU, memberi amanat  kepada mereka yang memperoleh untuk menyerahkan Tanda Kecakapan Umum tersebut kepada pemilik nama yang tercantum pada balok bantara itu asal mereka tidak memberitahukan perihal tersebut. Membiarkan mereka yang tidak memperoleh mengetahuinya sebagai TKU milik teman mereka.
     Kemudian, kedua kelompok saling berhadapan. Mendengarkan motivasi dari Kak Anjar yang merupakan alumnus dan sang motivator. Saling berhadapan dengan air mata yang tak henti mengalir, mengingat perjuangan yang membuat mereka terjatuh bahkan hampir putus asa, namun dengan semangat kebersamaan mereka bisa melewati semua. Apakah hanya dengan tidak mendapatkan balok itu harus terpisah? Bukankah itu hanya sebuah peruntungan? Yang terpenting adalah perjuangan juga kebersamaan. Itulah kira-kira yang terbesit dalam hati calon bantara.
     Lalu prosesi penyerahan Tanda Kecakapan Umum tingkatan Bantara berlangsung mengahrukan, bahkan ada kakak kelas yang menitikan air mata. Seperti dugaan sebelumnya mereka yang tidak memperoleh mengetahuinya sebagai TKU milik teman yang diamanati untuk menyerahkan benda tersebut. Sempat terjadi penolakan secara serempak. Mereka yang sudah tenang setelah diberi motivasi oleh kakak kelas XII kenbali terguncang, antara ingin dan merasa itu bukan miliknya. Suasana menjadi sedikit gaduh juga penuh haru, kemudian sebuah intruksi menyuruh mereka semua diam dan mendengarkan. “Sekarang, silakan pegang TKU yang teman kalian serahkan. Pegang sekarang!” Semua menurut untuk memegang balok 
 bantara itu dengan setengah hati. “Semua sudah memegangnya? Baik, sekarang silakan lihat bagian belakang TKU dan baca nama yang tertera disana”. Air mata kembali tumpah begitu mengetahui nama di balik Tanda Kecakapan Umum itu adalah namanya sendiri. Sebuah kejutan manis yang diberikan sedikit dari panita untuk perjuangan mereka. Melalui teman seperjuangannyalah mereka berhak atas TKU tersebut, melalui kebersamaan pulalah mereka bisa ada dipemantapan dan saling berpelukan karena perasaan terharu yang memuncak.
     Acara dilanjut dengan membuat barisan lingkaran dimana kelas X dan kelas XI berangkulan bersama. Berdoa untuk kemajuan juga kejayaan ambalan Jendral Achmad Yani – Raden Ajeng Kartini  yang dipimpin oleh ketua pemantapan 2011 sekaligus wakil pradana putra Kak Irfan. Banyak harapan yang kakak kelas XII gantungkan pada penerusnya nanti. Harapan agar Sankar bisa menjadi lebih baik, harapan agar Sankar tetap gagah dimata pihak sekolah serta ambalan luar. Usai berdoa, kegiatan selanjutnya adalah upacara penutupan, bongkar tenda  dan sayonara New Zeeland versi Sankar!
     Perjalanan yang memakan waktu sekitar satu jam menjadi sangat singkat dengan nyanyian lagu kebanggan Sankar dan lagu Pramuka lainnya. Kulit menjadi hitam? Itulah resiko menjadi seorang Pramuka, yang terpenting adalah menjadi seorang pandu merupakan pilihan. Karena setelah memasuki dunianya, kau akan tau bahwa tahapan menjadi seorang bantara adalah kesulitan yang tidak seberapa ketika tanggung jawab ada dipundak. Pramuka riang dan sabar, guna bakti pada bunda pertiwi. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Ku baktikan…
“KAMI BERJANJI,
KAMI AKAN MEMAJUKAN PRAMUKA SMK NEGERI 1 PURBALINGGA…
SANKAR….. JAYA….”

Pembayatan Calon bantara 2012

“Dibayat siang siang ? Pertama dan AYO JAYA !!!

    Rabu (21/12), untuk yang pertama kalinya pembayatan calon bantara dilaksanakan dari pagi sampai sore hari sejarah baru di ambalan tercinta ini , tapi no problem apapun ayng terjadi itulah usaha maksimal yang sudah di lakukan oleh sangga kerja untuk tetap di adakannya pembayatan . so, beri emapt jempol buat enam puluh satu sanker kita !
    Tak semudah membuat proposal saat proposal itu harus diajukan dan disetujui oleh pihak tertinggi sekolah. Kemudian bergulir cerita ke perjuangan para panitia pembayatan guna terlaksananya acara pra pemantapan itu. Perjuangan penuh keringat, do’a dan usaha . cercaan dari sana sini bahkan pengekangan. jum’at latihan dan rapat persiapan mewarnai dua kegiatan (pembayatan dan pemantapan) yang jaraknya hanya brselang 6 hari , dan dengan semangat 61 kegiaan pembayatan berhasil nerjalan walau agak aneh, di bayat siang siang , tapi … tetap harus di jalankan demi adanya penerus perjuangan Pramuka Smk N 1 Purbalingga bernama SANKAR
    Pukul setengah enam pagi peluit milik ka refi berbunyi , pertanda bagi seluruh calon bantara untuk berkumpul . tergepoh gepoh para peserta yang sudah merelakan dirinya untuk pramuka itu berbarus guna mengikuti perintah pemangku adat tersebut ,bebrapa peserta bayat telat dari jadwal yang di tentukan tentu saja membuat panitia sebal ! belum lagi pada saat cek perkap banyak anak yang tidak membawa perkap, akhirnya dari 38 perserta pembayatan calon bantara 2011 harus rela melihat teman temannya di konsekwensi untuk membersihkan lapangan.
    Acara puncak dari pembayatan ini adalah tidak lain yaitu wile game , baru pernah ya di bayat dengan wile game pada siang siang hari, di lihat banyak siswa yang kala itu, ada yang beberapa kursus japan dan korea atau bahkan ekskul lainnya. Dengan pakaian hitam hitam mirip dengan tentara di siang hari yang sudah siap tempur dengan segala amunisinya dan tak kalah pentingnya yaitu polesan arang hitam di wajah, para calon bantara itu siap untuk memutari jalur wide game siang hari.
    Pos di bagi menjadi 5, dimana pos pertama adalah pos watak dan kepribadian, pos kedua adalah ketangkasan dan kesehatan jasmani,pos ketiga yaitu IPUK, pos keempat yaitu PBB dan yang terakhir yaitu pos lima adalah keagamaan, ada pos lagi dimana dua pos tersebut adalah pos pembersihan dan pos penentuan alias pencarian beluluk berstempel sebagai tiket menuju pemantapan yang sebenarnya lokasi pencarian tersebut cukup horror kalau di adakan malam hari, dengan cuaca yang tidak menentu, dimana panas dan hujan terbaur menjadi satu, baik panitia maupun peserta tetap semangat menghadapi acara hari itu ! Two Thumbs Deh
    Sekitar pukul setengah empat sore jus brantawali telah siap disuguhkan bagi para peserta menandakan bahwa untuk mencapai hasil yang manis butuh perjuangan pahit meskipun rasanya terkadang lebih pahit dari brantawali well, itulah hidup dan itulah pramuka .
    Sampailah di anti klimaks pembayatan, penagihan beluluk berstempel gerakan pramuka,hingga konsep baru dimana yang tidak mendapatkan beluluk berstempel berjuang kembali  mencari muntul di luar kelas, di dalam ruang 9 akhirnya 13 anak berdiri di depan menghadap teman temannya yang mendapat tiket, baik beluluk maupun muntul, dan saatnya evaluasi pun datang , beberapa kelas xi dan kelas xiimenyudutkan para calon bantara, dimana dalam pramuka tak mengenal keegoisan , Pramuka adalah kebersamaan dan pramuka begitu dekat dengan Tuhan, alam, patroitis serta nasionalis
    Tangis dari 38 peserta pecah begitu tau ketiga belas temannya tidak dapat melanjutkan ke pemantapan, segala cara mereka yang mendapat beluluk dan mudul berstempel menawarkan apapun pada kakak kelas guna menyelamatkan teman seperjaungannya itu samapi ke pemantapan menyerahkan baik beluluk maupun muntul mereka bersedia, karena mereka merasa tak pantas lanjut ke tahap selanjutnya , melihat keadaan itu kak Cukat selaku Pembina yang sejak awal wide game samapi evalusai mendampingi ikut turun tangan mengevaluasi para calon bantara (dan sedikit mengingatkan bahwa angakatan itu adalah angakatan pertama yang melakukan pembayatan pada siang hari)
    “Disetiap perjuangan pasti ada yang menang dan ada yang kalah maka dari itu dengan sangat menyesal kakak Cukat mewakili kaka kelas XI yang lain menyatakan semua lolos dan bisa ikut pemantapan ! “ ujar kak Cukat menutup acara evaluasi sore itu untuk dilanjut upacara penutupan usai kak Cukat berucao seperti itu salah satu caba bernama sulistyo yang tidak mendapat tiket menuju pemantapan berjalan mendekati kak Cukat seraya mencium tangan beliau sebagai tanda ucapan terima kasih. Di bayat siang siang ?? memang pertama dan AYO JAYA !!! semoga tahun depan pembayatan bisa di laksanakan dengan yang sesungguhnya dan bisa lebih baik lagi

Senam Pramuka

http://www.youtube.com/v/uvsUujQxQYA?version=3&feature=player_detailpage" />

Senam pramuka adalah senam yang diperuntukkan oleh semua anggota pramuka dan masyarakat umum. Senam ini bertujuan untuk melatih koordinasi gerak tangan dan kaki, kelincahan anggota gerak, persendian dan otot-otot, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membentuk sikap tubuh (postur) yang baik, penguasaan irama musik, penguasaan arah dan relaksasi. Senam yang diluncurkan pada bulan Juni 2002 ini sangat berguna untuk membentuk generasi yang sehat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Mari kita memasyarakatkan senam pramuka!!!

Download Video Senam Pramuka 1

Download Video Senam Pramuka 2  (132.83 MB )

Download Lagu Senam Pramuka 12.03MB






CERPEN By Khusnul Maulani

  SIMPUL CINTA DI HATI INDRA

  “I love scout, but I don’t like you Indra…” ujar seorang gadis berwajah oriental yang memandang Indra lekat-lekat. Namun sepersekian detik kemudian, ia berputar meliuk-liuk dan hilang bagai pasir di padang Sahara.
     “Argghh….. Untung cuma mimpi! Tapi kenapa mimpi itu seperti nyata?” gumam lelaki bernama Indra yang kemudian bangun dari tidurnya dan langsung bangkit menuju kamar mandi untuk berwudhu. Jam dindingnya menunjukan pukul tiga dini hari. Ia memutuskan untuk shalat malam dan langsung belajar tanpa tidur lagi, karena mimpi iti nmembuatnya sulit untuk memejamkan mata.
***
    “Nah kalo ini simpul apa coba???” ujar Indra pada gadis yang ada didalam mimpi seraya menunjukan hasil ikatanya.
    “Hem… kalo ini siy, simpul erat. Kayak gini kan?”sahut wanita bernama Riyanti itu senang.
    “Itu kamu bias. Ngapain minta siajari tali temali? Harusnya masalahj tali temali kayak gini udah kamu kuasai di penggalang. Dan sekarang kamu udah penegak bantara loh”.
    “aduh, dulu kan aku penggalang karbitan. Jumat rutin aja jarang berangkat. Jadi, untuk masalah kayak gini aku nggak begitu terampil. Makannya aku minta diajarin kamu. Nggak keberatan kan??”.
    Indra tersenyum dan menggeleng. Tanda kestkarelaannya mengajari gadis manis itu tentang tali temali. Riyanti membalas senyumannya, membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Membuat pandangannya tak bisa lepas sari wajah cantik itu. Rasa cinta yang timbul tenggelam dalam hatinya. Rasa cinta yang ia sendiri takut untuk mengungkapkannya.
    Namun saat ia tengah menikmati raut wajah gadis cantik yang berada di depannya, seorang laki” tinggi tegapmenghampiri Riyanti. Indra mendongak, lelaki itu tersenyum dan meminta waktu Riyanti untuk ikut bersamanya. Indra tau siapa dia . indra mengenal lelaki yang kini berada disamping Riyanti. Ialah Gilang,teman satu ekstrakurikuler Riyanti selain pramuka. Ada rasa perih yang merambat ke hatinya melihat Riyanti begitu akrab dengan Gilang. Ia tau mereka hanya berteman. Tapi itulah yang ia rasaka sakit dan perih.
***
     Sebulan berlalu terlalu cepat basi indra untuk bisa merasakan sesuatu yang tumbuh di taman hatinya . Tumbuh dengan perlahan dan begitu indah. Sesuatu juga  telah tertulis sebuah nama disana . Nama yang begitu akrab di telinga dan hari-harinya . walau tersiksa , ia menikmati cinta terpendam ini . Menjadi pengagum rahasia gadis cantik bernama Riyanti .
     “Simpul yang baik itu . Kalau di lepas mudah . Apalagi kalau buat pionering . Simpul yang kuat, tapi mudah di lepas ,” ujar Indra suatu hari pada saat mengajari Riyanti membuat pioneering di lapangan belakang sekolah .
     “Oh,gitu ya? Aku kayaknya bantara paling payah deh. Secara masalah tali temali kayak gini aku harus privat sama kamu,” keluh Riyanti sembari membuat simpul tali mati di akhir ikatan pada kedua bambu tersebut.
     “Nggak apa-apa. Kamu mau belajar itu udah bagus,” sahut Indra.
     Riyanti tersenyum,meneduhkan hati Indra di siang yang panas itu. Ia melihat jemari lentik Riyanti yang begitu lihai membuat sebuah simpul. Pikirannya mengangankan jari-jari indah itu mengikat erat hatinya dengan simpul-simpul cinta yang indah. Simpul cinta yang hanya Riyanti sendiri yang bisa melepas jeratannya.
     “Aku nggak bisa kayak gini terus. Perasaan ini lama-lama menyiksaku. Ditambah teman-teman diambalan udah mulai curiga sama aku. Haruskah aku mengungkapkan perasaan ini padamu Riyanti???” gumam Indra selesai berlatih membuat pionering.
     Senja turun membawa langit berwarna jingga keunguan yang indah. Seindah cinta Indra,namun rumit. Serumit simpul yang tek pernah ia pelajari sekalipun. Bimbang,gundah dan sulit disembunyikan dari cara ia menatap gadis berlesung pipit itu.
     “Aku mencintaimu Riyanti….,” desahnya dibawah semilir angin yang menerpa wajahnya. Sejuk, namun tak sesejuk tatapan Riyanti kepadanya. Mungkinkah gadis itu juga memiliki rasa yang sama? Pertanyaan yang terlalu sulit untuk ia jawab.
***
     “Aku ingin bicara…,” ucap Indra seraya menarik tangan Riyanti sabtu sore disanggar saat mereka berdua yang ada disana.
     Riyanti melirik tangan kekear Indra yang meremas tangannya. Sontak Indra melepasnya dan ada getar hebat yang melanda seluruh syaraf-syarafnya. Pipinya yang bulat bersemu merah tak dapat ia sembunyikan dari lelaki tampan yang ada di hadapannya.
     “Maaf,” hanya itu yang keluar dari mulut Indra. Lidahnya kelu. Bahkan ia merasa kata-kata yang telah ia persiapkan sejak kemarin tercekat di kerongkongan.
     “Bicara apa?” Tanya Riyanti.
     “A…Ada simpul di hatiku yang sangat sulit dan rumit. Seseorang menjeratnya dengan dengan kuat hingga aku tersiksa. Dan hanya orang itu yang bisa melepaskan jeratannya.” Kening Riyanti berkerut dan siap menanti lanjutan kata-kata Indra.
     “S…s…seseorang itu adalah k..kamu,Ri..kamu mengikat sebuah simpul cinta dihati ini. Aku sangat tersiksa. Maukah kamu melepasnya dan menjadi bagian dalam hariku? Ucap Indra dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya.
     “Bukankah aku sudah menjadi bagian dihari-harimu?” Riyanti balik bertanya. Indra tergagap.
     “M..Maksudku… aku sayang kamu,Ri..kamu …kamu mau jadi pacarku?” kata-kata yang begitu polos. Piker Indra. Namun itulah yang bisa ia ucapkan.
     “Maaf.I Love Scout. But I Don’t Like You Indra. Kita satu pangkalan dan sama-sama ada di ekskul ini. Aku nggak mau setelah apa yang kita lakukan,apa yang kita rasakan,kebersamaan kita,perjuangan kita,perjuangan kita untuk mewujudkan janji kita dipemantapan dulu berubah jadi rasa semacam ini. Itu konyol,Ndra! Maaf,aku nggak bisa. Aku akan melepas jeratan simpul yang membuatmu tersiksa. Tapi aku nggak bisa berbuat lebih dari itu.”
     Indra mencerna kata demi kata yang Riyanti ucapkan. Gadis itu benar. Ia terlalu cepat menyatakan perasaannya. Ada rasa perih dihatinya ,namun cinta ini akan tetap ia rawat. Hingga Riyanti mau menerimanya suatu saat nanti.

-------------------------THE END------------------------
      
    
BY : KHUMALA